BERDZIKIR KHUSYU' AGAR DAPAT AMPUNAN.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Agar senantiasa dekat kepada Allah, maka kita perlu berdzikir. Berdzikir artinya mengingat. Dzikrullah berarti mengingat Allah. Tidak ada batas ruang dan waktu untuk mengingat Allah.
Menurut Imam Al Ghazali, bahwa orang-orang yang memandang tembus dengan hatinya, akan menyadari jika tidak ada jalan selamat kecuali pertemuan dengan Allah.
Pertemuan itu dapat tercapai apabila seseorang meninggalkan kesenangan duniawi (nafsu) dan meningkatkan cinta serta mengenal Allah. Cinta dan rasa dekat tidak akan tiba di hati jika tidak membebaskan diri dari urusan duniawi. Cinta dan kedekatan kepada Allah akan tercapai bila kita selalu mengingat-Nya.
Dzikir merupakan amalan yang dapat menghapus dosa. Hendaknya disadari, betapa kita banyak dosa, yang kecil maupun besar, yang sengaja atau tidak, telah mencemari jiwa ini. Untuk mengurangi dosa-dosa itu, maka seharusnya kita membiasakan dzikir.
يَـآٓيُّهَاالْذِـّيْنَ اٰمَنُوااذْ كُرُوااللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا. وَسَبِـّحوْهُبُكْرةً وَّاَصِيْلًا. هُوَالَّذِيْ يُصَلِّيْ عَـلَيْكُمْ وَمَــلٓـٰءِكَتُهُ لِيُخْرِ جَکُمْ مِـّنَ الظَّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ وَكَانَ بِاْلمُفْٔ مِنِيْنَ رَحِيْمًا .(الاحزاب:٤١-٤٣)
"Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah, dzikir sebanyak-banyaknya, dan bertasbih lah kepada-Nya di pagi dan petang hari. Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu, dan para malaikat-Nya memohon ampunan untukmu supaya Dia mengeluarkan dari kegelapan menuju cahaya terang, dan Dia mengasihi orang-orang mukmin." (QS. Al Ahzab: 41-43).
Ayat tersebut ditujukan kepada orang beriman untuk senantiasa mengingat Allah dan mengucapkan tasbih sepanjang hari, baik pagi, siang maupun malam hari. Dzikir yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, lisannya mengucapkan dan hatinya memahami, disertai ikhlas, maka Allah akan memberi rahmat. Adapun rahmat itu luar biasa nilainya, karena ia merupakan kasih sayang, maka dosa-dosa kita akan diampuni. Apalagi malaikat-malaikat memohon kepada Allah agar dosa orang yang suka berdzikir dan bertasbih diampuni. Lalu orang tersebut mendapatkan cahaya terang, berupa terbukanya pintu hati buat menerima Hidayah. Hati yang gelap tak mungkin bisa menerima kebenaran. Tetapi hati yang sudah terang, bersih dari dosa, akan mudah menerima petunjuk dari Allah.
Berdzikir dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Setelah shalat, boleh melakukan dzikir, di tempat bekerja haruslah kita berdzikir (dalam hati yang bertujuan tetap mengingatkan Allah), dan sebagainya. Hadits yang berasal dari Said Al-Khudri dan Abu Hurairah ra. menerangkan bahwa Nabi Saw bersabda, "Suatu kaum yang duduk-duduk sambil berdzikir kepada Allah, maka malaikat datang mengelilingi dan menaungi mereka. Mereka diliputi rahmat dan ketentraman, turun menyertai mereka dan Allah menyebut mereka di hadapan (para malaikat lainnya) yang ada di sisi-Nya." (HR. Bukhari Muslim).
Setiap saat dan di mana saja, seorang muslim dituntut untuk selalu mengingat Allah. Mengingat Allah dilakukan dengan berdzikir, baik lisan maupun hati. Jika sudah terbiasa demikian, maka hati tidak mudah dimasuki oleh setan yang selalu mendorong hawa nafsu untuk melakukan kejahatan.
اِنَّ لْلمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيَْ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَلْقٰنِتٰتِ وَالْصّٰدِقِيْنَ وَالْصّٰدِقٰتِ وَالْصّٰبِرِيْنَ وَالْصّٰبِرَتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ والْصَّآءِمِيْنَ وَالْصّٰـٓءِمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فَرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالْذَّاكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَالْذَّاكِرَتِ اَعَدَّاللّٰهُ لَهُـمْ مَغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا . (الاخزاب:٣٥)
"Sesungguhnya orang Islam laki-laki dan perempuan, mukmin laki-laki dan perempuan, orang yang taat laki-laki dan perempuan, orang yang benar laki-laki dan perempuan, orang yang sabar laki-laki dan perempuan, orang yang khusyuk laki-laki dan perempuan, orang yang puasa laki-laki dan perempuan, orang yang memelihara laki-laki dan perempuan, dan orang yang banyak berdzikir laki-laki dan perempuan, bagi mereka disediakan oleh Allah ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al Ahzab:35).
Menurut Ibnu Abbas ra. bahwa yang dimaksud ayat tersebut adalah mereka yang selalu berdzikir (ingat) kepada Allah. Yakni mereka yang selalu ingat kepada Allah, di saat selesai shalat, pada pagi hari, dan sore hari ketika berbaring, bangun tidur duduk dan berbaring.
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)
