HAKEKAT TAUBAT.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Ampunan Allah erat kaitannya dengan taubat. Bahkan tidak bisa dipisahkan. Adapun taubat itu ibarat suatu pengertian yang tersusun dan terkumpul dari tiga perkara secara tertib yaitu ilmu, keadaan dan perbuatan.
Ilmu yang dimaksudkan dalam bertaubat adalah seseorang harus memahami atau mengetahui besarnya bahaya dosa. Menyadari bahwa dosa menjadikan pembatas antara manusia dengan Tuhannya. Jika seseorang telah menyadari akan hal itu, maka akan bangkitlah dari hatinya untuk mencari ampunan dari Allah atas segala dosanya.
Dengan demikian berarti taubat itu hukumnya wajib. Bagi orang yang mendapat hidayah dan terbuka mata hatinya, maka ia akan terdorong untuk berbuat baik. Ia akan menyesali perbuatannya dan dengan segera bertaubat secara sungguh-sungguh.
Orang berjalan itu ada kalanya buta yang memerlukan kepada penuntun pada langkah-langkahnya dan adakalanya melihat yang diberi petunjuk pada permulaan jalan. Kemudian ia mendapatkan petunjuk dengan sendirinya. Begitu pula manusia di jalan agama dapat terbagi seperti pembagian itu. Orang yang ilmunya pendek, tidak mampu melampau taklikd dan langkah-langkahnya. Ia memerlukan mendengar langkah kaki didepannya. Ia mengikuti Al-Qur'an dan sunnah namun kadang-kadang menyulitkan dirinya sendiri.
Maka perjalanan orang ini meskipun umurnya panjang dan sangat rajin, namun singkat langkahnya. Pendek langkahnya. Sedangkan orang yang bahagia yang dibukakan dadanya oleh Allah terhadap agama Islam, maka dia mendapatkan cahaya Ilahi. Lalu sadar dengan sedikit memotong rintangan-rintangan yang menyulitkan.
Oleh sebab itulah jika kita ingin mengetahui bahwa taubat itu wajib, maka hendaknya pertama sekali melihat dengan hati nurani apa itu taubat. Kemudian memahami apa yang dimaksudkan dengan wajib. Lalu memadukan wajib dan taubat. Sebab keduanya ada kaitannya.
Agar terdorong untuk melakukan taubat dan dapat merengkuh ampunan Allah, maka perlulah kita memperhatikan firman Allah dan sabda Rasul berikut ini:
وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰــهِ جَمِيْعًـا اَيُّهَ اْلمُؤْ مِــنُوْنَ لَعَـلَّکُمْ تُفْلِوْنَ .(النر :٣١)
"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung." (QS. An Nur:31).
Ayat tersebut merupakan perintah secara umum. Allah memerintahkan taubat terhadap semua orang tidak
peduli munafik, kafir dan mukmin. Semua dikenai oleh perintah tersebut.
Di samping itu Allah juga memerintahkan kepada orang-orang tertentu, yaitu orang-orang beriman sebagaimana dalam Al Qur'an berikut ini:
يٰـــآَيَّهَاالَّذِيْنَ اٰمَــنُوْ اتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰــهِ تَوْبَــةً نَصُوْحَـا......(التمريم
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya." ( At-Tahrim: 8).
اِنَّ اللّٰمَ يُحِبِّ التَّوَّابِيْنَ وَتُحِبُّ اْلمُتَطَهِرِيْنَ . (البقرة: ٢٢٢)
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (Al Baqarah: 222).
Selain itu: ada beberapa hadits Saw. yang menyebutkan tentang taubat, diantaranya:
اَللّٰهُ اَقْرَحُ بِتَوْبَةِ اْلعَبْدِ اْلمُؤْمِنِ مِنْ رَجُلٍ نَذَلَ فِى اَرْضِ دَوِيَّةٍ مُهْلِكَةٍ مَعَمُ رَاحِلَةٍ عَـلَيْهَـا طَعَا مُـهُ وَشَرَا بُـبُ فَوَضَعَرَ سُهُ فَنَامَ نَوْمَةً فاَسْتَيْقَـظَ وَقَدْ ذَهَبَتْ رَاحِلَتُـهُ فَطَلَــبَهَا حَتَّى اِذَااشْـتَدَّ عَـلَيْـهِ الْحَرُّ وَالْعَـطَشُ اَوْ مَـــاشَــاءَاللّٰهُ قَالَ اَرْجِعُ اِلَى مَـكَانِى الَّذِيْ الَّذِ كُنْتُ فِـيْـهِ فَأَنَامُ حَتَّى اَمُوْتُ فَوَضَعَرَْٔ سَهُ عَلَى سَاءِدِهِ لِيَمُوْتُ فَاسْتَيْقَظَ فَاِذًا رَاحِلَتُهُ عِنْدَهُ عَلَيْهَا زَادُهُ وَشَرَابُهُ فَاللّٰهُ تَـعَالَى اَشَــدُّ فَـرْجًـا بِتَوْبَـةِ الْعَبْدِالْمُؤْمِنِ مِن هٰــذَا بِرَاحِلَتِـهِ .
"Sesungguhnya Allah lebih senang dengan taubat hamba yang mukmin dari pada seseorang yang singgah di bumi yang tidak sehat dan membinasakan yang di atasnya ada makanan dan minumannya, lalu ia meletakkan kepalanya, maka tertidur nyenyak kemudian ia bangun sedang binatang kendaraannya telah pergi, lalu ia mencarinya sehingga apabila ia merasa sangat panas dan haus, atau apa yang dikehendaki oleh Allah, maka ia berkata," Aku kembali ketempatku semula lalu tidur sampai mati. "
Kemudian ia meletakkan kepalanya di atas lengannya agar meninggal dunia. Namun kemudian ia bangun. Tiba-tiba binatang kendaraannya sudah ada di sisinya yang di punggung binatang itu ada bekal dan minuman. Maka Allah lebih senang kepada taubat hamba yang mukmin dari pada lelaki ini dengan kembalinya binatang kendaraannya. (HR. Muttafaq Alaih)
Al Hasan ra. berkata: bahwa ketika Allah Azza wa Jalla menerima taubat Adam alaihis salam, maka para malaikat mengucapkan selamat. Malaikat Jibril atau Mikhail turun kepada Adam, "Wahai Adam, hatmu telah senang dengan diterima taubatmu oleh Allah kata malaikat itu." Wahai Jibril kalau setelah taubatku ini ada permintaan maka di manakah kedudukanku?"
Lalu Allah berfirman kepada Adam, "Wahai Adam , kamu kelak akan mewariskan kepada keturunanmu kepayahan dan kesulitan dan Aku mewariskan kepada mereka taubat. Maka barangsiapa memohon kepada-Ku diantara mereka, pasti Aku penuhi permohonannya seperti Aku memenuhi permohonanmu. Dan barangsiapa meminta ampunan dari-Ku, pasti Aku tidak kikir kepadanya. Karena sesungguhnya orang-orang yang bertaubat dari kuburan dalam keadaan gembira dan tertawa, dan doa mereka dikabulkan.
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)
