RAJIN BERTAHAJUD DI MALAM HARI.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Barangsiapa yang membiasakan diri bangun malam dan melakukan shalat dua rakaat, maka ia akan dapat merengkuh pengampunan Allah. Sebab shalat malam, yaitu shalat tahajud, sangat mulia. Di samping bisa memberikan kemuliaan. Juga segala keinginannya terkabul. Waktu yang paling baik untuk melakukan shalat malam adalah di saat sepertiga malam terakhir, yaitu setelah tidur.
Rasulullah Saw. bersabda, ”Tuhan Azza wa Jalla turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat itu Allah berfirman, ”Barangsiapa yang berdo'a kepada_Ku pasti akan Ku_kabulkan, barangsiapa yang memohon kepada_Ku pasti Ku_beri, dan barangsiapa yang meminta ampun kepada_Ku pasti Ku_ampuni.”
Menurut hadist tersebut ada beberapa keuntungan bagi seseorang yang menunaikan shalat tahajud, di antaranya Allah mengabulkan permintaannya, Allah memberi permohonannya dan Allah mengampuni dosa-dosanya. Berdasarkan hadits tersebut maka shalat malam atau shalat tahajud merupakan amalan yang dapat menghapus dosa. Asalkan kita mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah. Lalu setiap do'a harus dihayati sepenuh hati.
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَ هَجَّدْبِهِ نَافًِ لَّكَ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا.
”Dan pada sebagian malam, bertahajudlah, sebagai tambahan ibadah wajib bagimu, mudah-mudahan Tuhan mengangkatmu pada kedudukan yang terpuji.” (QS. Al Isra': 79).
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi Daud bermunajat kepada Allah, ”Wahai Tuhan, aku ingin beribadah kepada_Mu. Saat-saat manakah yang paling utama untuk melakukan hal itu? Allah menjawab, ”Wahai Daud, janganlah engkau berdiri shalat di permulaan malam dan juga pula pada akhir malam. Orang yang berdiri shalat di awal malam, maka akan tidur pada akhir malam. Orang yang shalat pada akhir malam, maka tidak shalat pada awal malam. Tetapi shalatlah engkau di tengah malam, sehingga engkau dapat berkhalwat kepada_Ku, dan Aku dapat berkhalwat denganmu dan Sampaikanlah kepada_Ku akan keinginanmu.
Rasulullah Saw. Bersabda, ”Puasa yang paling disukai Allah ialah puasa Nabi Daud dan shalat yang lebih disukai Allah ialah shalat yang dilakukan Nabi Daud pula. Dia tidur tengah malam dan bangun sepertiganya lalu tidur pada seperenamnya. Sedangkan puasanya ialah sehari puasa sehari berbuka.”
Sesungguhnya shalat tahajud itu suatu kewajiban bagi Nabi Saw. namun merupakan amalan sunat bagi umat-nya. ”Wahai orang yang berselimut, tegaklah shalat di malam hari, kecuali sedikit daripadanya!” (QS. Al Muzamil: 1-2)
Shalat tahajud merupakan shalat sunat yang dapat membuka ampunan Allah bagi orang yang mau melakukannya. Tetapi mengapa Nabi orang yang sudah diampuni dosanya, masih saja rajin melakukannya? Bagi seorang Nabi, shalat tahajud bukan berfungsi untuk penghapus dosa lagi, tetapi sebagai peningkatan derajat untuk mencapai maqam teratas.
Sedangkan kita menyadari, betapa banyak dosa yang kita lakukan. Dengan demikian, maka shalat tahajud yang kita kerjakan, disamping untuk memohon keinginan (hajat), juga berfungsi sebagai sarana permohonan ampunan. Oleh sebab itu, dapatlah disimpulkan bahwa shalat tahajud merupakan amalan penghapus dosa.
Orang yang membiasakan diri untuk bangun di malam hari dan melakukan shalat maka ia akan mendapat rahmat dari Allah. Kalau seorang hamba sudah mendapat limpahan rahmat dari Allah, maka terbukalah ampunan atas dosa-dosanya. Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya membiasakan diri dalam amalan ini. Bahkan dituntut pula untuk membangunkan istri dan anggota keluarganya guna mengamalkan shalat tersebut. Allah mengasihi seorang pria yang bangun malam, lalu membangunkan istrinya, bahkan istrinya diperciki air pada mukanya jika ia tidak mau bangun. Dan Allah mengasihi seorang istri yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya, tidak mau, maka Ia percikan air pada mukanya.”
Seorang suami yang bangun terlebih dahulu, maka haruslah mengingatkan istri dan anak-anaknya. Sebaliknya, jika istri yang bangun terlebih dahulu, maka ia berkewajiban mengajak suami dan anak-anaknya untuk bertahajud. Amalan-amalan yang demikian inilah yang dapat membina keluarga menjadi sejahtera. Terlebih dari itu, dosa-dosa akan dihapuskan oleh Allah Swt.
Sesungguhnya datangnya pertolongan dari Allah itu disertai dengan shalat malam. Artinya, jika kita mengharap pertolongan Allah maka janganlah malas bangun malam dan menunaikan shalat tahajud. Nabi Saw. bersabda: ”Dimalam isra'ku ke langit, Allah berpesan lima pokok kepadaku. Diantaranya, janganlah hatimu terlalu cinta kepada duniawi, karena dunia diciptakan bukan untukmu (bukan untuk bersenang-senang dengannya). Curahkan lah cintamu kepada_Ku (Allah), sebab tempat kembalimu adalah kepada_Ku. Bersungguh-sungguh dalam menuntut surga (berusaha dengan memperbanyak amal taat kepada Allah). Hentikanlah berharap kepada manusia, sebab tiada sedikitpun kemampuan (kekuatan) bagi mereka. Dan lestarikanlah shalat malam (tahajud) sebab datangnya pertolongan itu disertai dengan shalat malam.”
Shalat tahajud akan mampu mendekatkan diri kepada Allah. Kecenderungan untuk merasa dekat karena cintanya kepada Allah. Seseorang yang cinta kepada Allah, maka selalu melakukan amalan-amalan sunah. Karena sebuah hadits menerangkan bahwa banyak mengerjakan amalan sunat merupakan pertanda cinta kepada Allah, Firman-Nya: ”Tidak jemu-jemunya seseorang mendekatkan diri kepada_Ku dengan melakukan hal-hal yang sunat, hingga Aku mencintaiNya.”
"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)
