RENUNGAN DALAM KETAATAN.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Ketahuilah! bahwasanya perintah Allah itu berupa fardlu dan sunnah. Fardlu itu bagaikan modal harta, yakni harta pokok dalam perdagangan. Perdagangan baru akan berhasil jika ada modal pokoknya. Sedangkan sunnah adalah labanya.
Dengan adanya laba, maka kita akan memperoleh keuntungan dalam beberapa derajat. Rasulullah Saw pernah bersabda:
"Allah Ta'ala berfirman: Orang-orang yang bertaqarub tidak akan bisa mendekati Aku, hanya dengan mengerjakan yang telah Aku fardlukan kepadanya. Seorang hamba tak henti-hentinya bertaqarub kepada-Ku dengan beberapa kesunahan sehingga Aku senang kepadanya, maka Aku mendengar terhadap apa yang ia dengar, aku melihat terhadap apa yang ia perlihatkan, aku menjadi lisan terhadap apa yang ia ucapkan, menjadi tangan terhadap apa yang ia sentuhkan dan menjadi kaki terhadap apa yang ia jalankan!".
Wahai orang yang menuntut ilmu! engkau tidak akan mencapai tempat yang terpuji hanya dengan menjalankan perintah Allah, kecuali jika di sertai dengan kedekatan hati dan anggota tubuh, baik saat mengejapkan mata maupun dalam tarikan nafas, sejak waktu subuh hingga sore hari.
Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui atas segala isi hati, termasuk mengetahui semua tindakan, keinginan, ketenangan dan segala gerakan makhluknya. Dalam kerajaan langit dan bumi, tidak ada yang tenang dari semua ketenangan. Tidak ada yang gerak dari semua gerakan, kecuali Allah, Dzat yang Maha Memaksa dalam mengatur ketenangan dan gerakan. Dialah Dzat Yang Maha Melihat kepada yang tenang dan yang bergerak. Dia-lah Dzat yang mengetahui ketidak jujuran mata, juga mengetahui tersembunyinya apa yang dalam hati. Dia-lah Dzat yang mengetahui rahasia dan perkara yang disembunyikan.
Berhati-hatilah! karena Allah senantiasa melihat dirimu. Sekiranya Allah mencegah kepadamu, Allah tidak akan menghilangkan (larangan tersebut) darimu. Jika Allah memerintahkan kepada, maka kamu tidak akan mampu menjalankan perintah tersebut, kecuali kamu bisa membagi waktu. Tertibkan wirid dan sejak waktu subuh hingga sore. Perhatikanlah apa yang telah dijatuhkan kepadamu dari beberapa perintah Allah, mulai dari bangun tidur hingga kembali ke pembaringan.
"Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 80)
